Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 04 Juni 2012

Makalah tentang Pemasaran

MAKALAH PENGANTAR BISNIS Tentang Pemasaran Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah “Pengantar Bisnis” Disusun Oleh: Ina Nuraeni 3402110030 Manajemen C UNIVERSIATAS GALUH CIAMIS FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN Jl. R.E. Martadinata No. 150 Telp. (0265) 772060 Ciamis LEMBAR PENGESAHAN Makalah Pengantar Bisnis Tentang “Pemasaran” Disusun Oleh : Ina Nuraeni Telah disahkan pada Hari : Tanggal : Pembimbing Dede Abdul Rozak, S.E.,M.M KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Semesta Alam karena atas izin dan kehendak-Nya jugalah makalah sederhana ini dapat kami selesaikan tepat pada waktunya. Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Bisnis. Adapun yang kami bahas dalam makalah sederhana ini mengenai Pemasaran. Dalam penulisan makalah ini kami menemui berbagai hambatan yang dikarenakan terbatasnya Ilmu Pengetahuan kami mengenai hal yang berkenaan dengan penulisan makalah ini. Oleh karena itu sudah sepatutnya kami berterima kasih kepada dosen pembimbing kami yakni Bapak Dede Abdul Rozak, S.E.,M.M yang telah memberikan limpahan ilmu berguna kepada kami. Kami menyadari akan kemampuan kami yang masih kurang. Dalam makalah ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi kami yakin makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan juga kritik membangun agar lebih maju di masa yang akan datang. Harapan kami, makalah ini dapat menjadi track record dan menjadi referensi bagi kami dalam mengarungi masa depan. Kami juga berharap agar makalah ini dapat berguna bagi orang lain yang membacanya. Ciamis, Juni 2012 Penulis DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN........................................................... 1 KATA PENGANTAR............................................................... 2 DAFTAR ISI...................................................................... 3 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang................................................................................................ 4 1.2 Tujuan.............................................................................................................. 4 1.3 Rumusan Masalah............................................................................................. 4 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian....................................................................................................... 5 2.2 Fungsi Pemasaran........................................................................................... 5 2.3 Manfaat dan Kelemahan Segmentasi............................................................ 14 2.4 Strategi Pemasaran........................................................................................ 17 2.5 Macam-macam dan Konsep Pemasaran......................................................... 18 2.6 Kriteria dalam Penentuan Segmentasi Pasar.............................................. 19 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan....................................................................................................... 21 3.2 Kritik dan Saran................................................................................................. 21 DAFTAR PUSTAKA................................................................. 22 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Adanya kebutuhan yang harus dipenuhi mendorong perusahaan menciptakan barang dan jasa pemuas kebutuhan. Barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan nantinya disalurkan kepada pelaku ekonomi yang lain. bagaimana perusahaan dapat menghasilkan barang dan jasa? Perusahaan harus mengolah faktor produksi menjadi barang dan jasa. Faktor produksi tersebut berupa tenaga kerja, sumber daya alam, dan modal. Faktor produksi tersebut disediakan oleh rumah tangga. Untuk semua faktor produksi yang telah disediakan, perusahaan akan memberikan balas jasa kepada rumah tangga. Balas jasa tersebut berupa upah atau gaji, sewa, bunga, dan laba. Pembelian faktor produksi ini kadang juga melibatkan masyarakat luar negeri, baik berupa tenaga ahli, pinjaman modal, barang-barang modal, maupun bahan baku. 1.2 Tujuan Perusahaan juga merupakan bagian dari masyarakat umum. Dengan demikian, perusahaan ikut memanfaatkan fasilitas umum yang disediakan oleh pemerintah. Oleh karena itu pula, perusahaan harus membayar pajak kepada pemerintah sebagai bukti partisipasinya terhadap pembangunan. Kegiatan ekonomi yang dilakukan perusahaan ternyata membawa pengaruh yang besar terhadap pembangunan ekonomi. Dari kegiatannya perusahaan telah membantu pemerintah dalam hal menyediakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan karyawan, dan membangun berbagai fasilitas ekonomi. 1.3 Rumusan Masalah  Apa yang dimaksud dengan Pemasaran?  Apa saja fungsi Pemasaran?  Bagaimana strategi Pemasaran?  Apa saja macam-macam dan konsep Pemasaran? BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Marketing atau Pemasaran adalah suatu perpaduan dari aktivitas-aktivitas yang saling berhubungan untuk mengetahui kebutuhan konsumen serta mengembangkan promosi, distribusi, pelayanan dan harga agar kebutuhan konsumen dapat terpuaskan dengan baik pada tingkat keuntungan tertentu. Dengan adanya pemasaran konsumen tidak perlu lagi memenuhi kebutuhan pribadi secara sendiri-sendiri dengan melakukan pertukaran antara konsumen dengan pelaku pemasaran sehingga akan ada banyak waktu konsumen untuk kegiatan yang dikuasai atau disukai. Marketing atau pemasaran adalah proses yang berhubungan dengan promosi penjualan barang dan jasa. Pemasaran bisa diartikan sebagai ‘proses sosialisasi dan pengaturan sehingga individu-individu dan kelompok-kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan dan menukar produk dan nilai dengan orang lain. Pemasaran adalah proses yang saling terkait yang mana perusahaan menciptakan nilai untuk konsumen dan membangun hubungan yang kuat dengan konsumen dengan cara mengambil nilai dari konsumen sebagai gantinya. Pemasaran digunakan untuk menciptakan konsumen, menjaga konsumen dan memberikan kepuasan kepada konsumen. Dengan konsumen sebagai pusat aktifitas, bisa disimpulkan bahwa menejemen pemasaran adalah salah satu komponen pokok dari menejemen bisnis. Perubahan pada cara-cara pemasaran adalah disebabkan karena pematangan pasar dan kapasitas yang berlebihan pada beberapa decade terahir. Perusahaan kemudian berpindah focus dari produk kepada konsumen agar tetap menguntungkan. Konsep kata marketing atau pemasaran bermakna bahwasannya pencapaian tujuan organisasi bergantung pada pengetahuan tentang kebutuhan dan keinginan target pasar dan pengiriman kepuasan-kepuasan yang diinginkan. Itu berarti bahawa dalam rangka pemenuhan tujuan-tujuan perusahaan, sebuah perusahaan harus mengantisipasi kebutuhan dan keinginan konsumen dan melayaninya dengan lebih efektif dari para saingan. 2.2 Fungsi Pemasaran Fungsi Pemasaran adalah kegiatan utama yang khusus dilaksanakan untuk menyelesaikan proses pemasaran. Fungsi pemasaran bekerja melalui lembaga pemasaran atau stuktur pemasaran. Dengan perkataan lain fungsi tataniaga ini harus ditampung dan dipecahkan oleh produsen dan mata rantai saluran barang-barangnya, lembaga-lembaga lain yang terlibat dalam proses pemasaran misalnya usaha pengangkutan, bank, badan asuransi, dan sebagainya maupun konsumen. Fungsi – Fungsi Pemasaran dikelompokan menjadi 3 bagian : 1. Fungsi Pertukaran Fungsi Pertukaran terdiri dari 2 bagian : a. Penjualan Sasaran Penjualan adalah menngalihkan barang-barang kepada pihak pembeli dengan harga yang memuaskan. Pada dasarnya kegiatan penjualan dapat dilaksanakan sebagai berikut : * Penjualan melalui inspeksi ( pengawasan, pemeriksaan ) Penjualan melalui pengawasan atau pemeriksaan dimaksudkan adanya pemberian izin oleh para penjual kepada pembeli untuk memeriksa adan meneliti semua persediaan dari pejual sebelum pembeli memilih apa yang kan dibelinya atau untuk memeriksa semua barang-barang yang dipergunakan di dalam ruangan penjualan tertentu. Penjualan dengan cara ini terjadi karena adanya sifat-sifat tertentu dari barang tadi situasi tataniaganya, di mana : 1. Tidak adanya standarisasi terhadap barang 2. Adanya sifat cepat rusak yang tinggi dari barang 3. Tingkat pembelian yang sangat cepat sehingga lalu-lintas langganan dan tingkat penjualan akan terganggu 4. Suatu cara memamerkan barang-barang yang akan mendorong sejumlah pembelian yang terjadi saat bersamaan 5. Adanya tekana kepada tingkat pelayanan sendiri yang tinggi oleh pembeli-pembelinya atau wakil-wakilnya. * Penjualan melalui sampel ( selling by sample ) Penjualan melalui sampel berdasarkan kepada prinsip-prinsip standarisasi , sehingga sampel dari barang yang diperdagangkan akan merupakan wakil untuk semua unit barang yang akan dijual. * Penjualan melalui penggambaran ( description ) Penjualan dengan penggambaran terjadi karena ada anggapan bahwa barang-barang akan bisa digunakan sedemikaian rupa di daalm katalog-katalog, sehingga dengan demikian tidak satu unit barang pun perlu ada pada waktu penjualan diselesaikan. Contoh : Penjualan barang yang dilakukan melalui pos dan penjualan yang dilakukan untuk masa yang akan datang. * Penjualan melalui kombinasi Penjualan kombinasi antara selling by sample, selling by inspection dan selling by description telah menjadi biasa di dalam perdagangan yang modern. Penjualan modern biasanya meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1. Penelitian pasar dan perencanaan • Penelitian pasar dipusatkan kepada barang-barang yang akan dijual, dengan maksud untuk menemukan barang apa yang diinginkan oleh konsumen.Penelitian akan dihubungkan dengan persoalan tentang rencana produksi , antara lain harga dari macam-macam barang, kaulitas barang, kebiasaan dan motif pembelian dari konsumen. 2. Memperkirakan kesanggupan penjualan ( estimating potential of sales ) • Dalam hal ini harus diperhitungkan pendapatan konsumen serta cara-cara bagaimana pendapatan konsumen tersebut dibelanjakannya, bagaimana pengaruh harga terhadap permintaan, pengaruh persaingan dan lain-lain. 3. Pemilihan saluran distribusi • Pemilihan saluran distribusii merupakan sebagian daripada perencanaan fungsi-fungsi penjualna yang juga mencakup pengambilan keputusan dengan memperhatikan macam distribusi mana yang paling efektif. 4. Penentuan syarat-syarat penjualan Kegiatan ini meliputi penetapan syarat-syarat dan kondisi-kondisi penjualan di dalam mana tercakup : • Syarat-syarat pengiriman misalnya waktu penyerahan dan pembayaran ongkos angkutan. • Cara-cara pembayaran misalnya potongan harga dan kredit • Kualitas serta kuantitas barang yang dijualn • Hal-hal lain yang ada hubungannya dengan penjualan. 5. Membuat kontak dengan pembeli Kegiatan membuat kontak dengan pembeli meliputi berbagai kegiatan, diantaranya : • Menetapkan pasar. Apakah barangnya akan dijual di daerah geografis luas atau sempit. • Setelah menetapkan pasar, pihak penjualan harus mencari pembeli di pasar tersebut , dimana pembeli berada dan bagaimana kebutuhannya. • Membuat kontak dengan pembeli potensial tersebut dan mengenbangkannya serta memelihara hubungannya. 6. Pemindahan hak milik atas barang Kegiatan penjualan dikatakan sudah selesai apabila pihak pembeli sudah menerima barang dari pihak penjual dan memilikinya. b. Pembelian Pembelian terdiri dari sejumlah kegiatan, antara lain : 1. Penentuan macam, jumlah dan kualitas dari barang-barang yang akan dibeli. 2. Mencari sumber pebawaran dan pengumpulan barang. 3. Penentuan tempat daripada sumber-sumber penawaran. 4. Mengetahui keadaan pasar baik menginai persedian barang, harga, macam barang serta barang subsitusinya. 5. Merundingakan syarat-syarat pembelian mencakup keterangan mengenai macam, jumlah dan kualitas barang yang dikehendaki dan tanggal penyerahan. 6. Pemindahan hak milik, para pembeli menerima barang dari pihak penual dan memelikinya Menurut tujuannya, pembelian yang umum terjadi dapat dibedakan : 1. Pembelian untuk konsumsi, adalah pembelian oleh lembaga pemerintah, swasta dan nyonya rumah tangga untuk keperluan konsumsinya. 2. Pembelian untuk bahan dasar adalah pembelian oleh pabrik untuk dikadikan barang jadi. 3. Pembelian untuk dijual lagi, adalah pembelian oleh pedagang untuk dijual lagi. 2. Fungsi Pengadaan secara fisik Fungsi Pengadaan secara fisik terdiri atas 2 bagian : a. Pengangkutan Pengangkutan ( transport ) berarti bergeraknya atau perpindahan barang-baramng dari tempat produksi atau rtempat penualan ke tempat-tempat di mana barang-barang tersebut akan dipakai. Dengan demikian fungsi pengangkutan menciptakan kegunaan tempat. Apabila fungsi pengangkutan dilakukan tepat waktunya maka fungsi ini akan menciptakan kegunaan waktu atas barang dagangan. b. Penyimpanan Penyimpanan berarti menahan barang-barang selama jangka waktu antara dihasilkan atau diterima sampai dengan dijual. Dengan demikian penyimpanan menciptakan kegunaan waktu, disamping bertendensi meratakan harga mengemukakan 4 alasan kenapa dilakukannya penyimpanan : 1. Sifat musiman dari kebanyakan produksi 2. Permintan untuk berbagai produk berlangsung sepanjang tahun 3. Alasan-alasan yang terdapat dalam waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan berbagai pelayanan pemasaran misalnya dalam waktu menunggu pengangkutan , pemgolahan dan selama pembelian dan penjualan. 4. Untuk mendapatkan harga yang lebih baik Ada 3 macam biaya yang dikeluarkan oleh para penyimpan barang, yaitu : 1. Sewa gudang, terrtmasuk ongkos handling dan ongkos perlengkapan ruangan dengan temperatur dan “humidity” yang sesuai dengan kondisi barang. 2. Bunga ( interest ) untuk kapital yang ditanam pada barang simpanan. 3. Ongkos-ongkos seerti pengeluran untuk menutupi penurunan nilai barang dalam penyimpanan ( kekeringan atau susut berat, kerusakan ) Penyimpanan memgandung 3 resiko penting, yaitu : • Resiko yang berhubungan dengan perubahan harga • Merosotnya kualitas • Berkurangnya jumlah barang Ada beberapa cara yang dapat ditempuh guna menghindari resiko selama penyimpanan : a. Asuransi, tindakan ini berguna sekali terhadap resiko kebakaran gudang.\ b. Adanya peraturan dan perundang-undangan ( regulation ). Badan-badan pemerintah perlu membuat peraturan atau undang-undang untuk melindungi para penyimpan terhadap merosotnya kualitas dan hilangnya barang. c. Kontrak, kontrak langsung dengan pembelian sangat membantu untuk menghindari kemungkinan rugi yang disebabkan oleh perubahan harga . Akan tetapi kontrak dapat pula mendatangkan kerugian bilamana harga naik. d. Hedging Hedging adalah cara yterpenting untuk menghindari resiko karena perubahan harga selama penyinpanan atau selama pembelian, pengolahan dan penjualan, merupakan suatu teknik berdagang dengan mana resiko karena perubahan harga dapat dibebankan kepada badan niaga lainnya. Sarana penyimpanan dapat dibangun di daerah produksi, pasar terminal dan pasar eceran. Disamping keamanan, faktor-faktor lain yang harus diperhatikan dalam pemilihan tempat diman sarana penyimpanan ( gudang ) dibangun adalah biaya pengangkutan, biaya sewa tanah, biaya uapah buruh dan fasilitas pemasukan barang dan pengeluaran barang dari gudang. 3. Fungsi Pelancar Fungsi pelancar terdiri atas 4 bagian : 1) Pembiayaan Pembiayaan berarti mencari dan mengurus modal uang yang berkaitan dengan transaksi-transaksi dalama ris barang dari sektor produksi sampai sektor konsumsi. Pembiayaan dan menanggung resiko merupakan fungsi umum dan penyerta dari semua kegiatan pemasaran bahkan mempunyai aplikasi penting dalan pemasaran. Pembiayaan erat hubungannnya dengan kredit. Menggunakan kredit berarti mempergunakan modal uang orang lain yang nantinya harus dibayar kembali berikut bunga. Kredit dapat diperoleh dari pihak swasta, bank Pemerintah, Bank Komersil, Koperasi, bank Desa atau Organisasi Sosial seperti Andilan. Kredit dari pihak swasta ( para pelepas uang, pedagang pengumpul atau tengkulak ) telah menampilkan tiga aspek masalah kredit daalm pemasarn hasil pertanian apda umumnya. Ketiga aspek masalah dimaksud adalah : 1. Tingkat bunga ( inters rate ) sangat tinggi. Kredit pasar yang dikenal sebagai “utang mindering” di Jawa Timur adaalh contoh kredit dari pihak swasta perorangan dengan sangat tinggi yaitu sekitar 120 – 150% pertahun. 2. Petani wajib menjual hasil produknya kepada pemberi kridit dengan harga yang sangat ditentukan oleh pihak pemberi kridit. Masalah kredit macam ini sangat ditentukan oleh pihak pemberi kredit. 3. Hasil produksi harus segera dijual kepada pemberi kredit ( prdagang pengumpul ) tanpa dapat ditahan sementara waktu untuk menunggu harga lebih baik. 2) Penanggungan Resiko Resiko dapat diartikan sebagai ketidakpasyian dalam hubungannya denag ongkos, kerugian atau kerusakan. Dalam hasil Pertanian di jumpai resiko-resiko , yang berdasarkan penyebabnya dapat dikelompokan ke dalam : 1. Resiko yang timbul karena sifat produk Suatu ciri dari hasil Pertanian adalah produk tidak tahan lama dan mudah rusak. Untuk itu hasil pertanian harus secepat mungkin sampai ke tangan produsen agar tidak terjadi kerugian. 2. Resiko karena Perubahan kondisi Pasar Perubahan kondisi pasar seperti : Perubahan harga menyebabkan timbulnya kerugian aktuil atau kehilangan laba potensial bagi mereka pejual dan pembeli barang, baik produsen maupun pedagang perantara. Perubahan harga disebabkan oleh ketidakseimbangan daalm permintaan dan penawaran. Resiko ini akan terjadi pada pasar-pasar yang tidak terorganisir dengan baik, Karena pedagang bersangkutan kurang pengetahuan tentang harga-harga pada berbagai pasar. Bagian terbesar dari resiko perubahan kondisi pasar disebabkan oleh waktu. Resiko ini ditanggung oleh produsen, grosir dan pedagang eceran. Resiko ini timbul karena tindakan pesaing dalam memperoleh laba. Suatu perbaikan dalam metoda produksi akan memperbaiki kualitas dan penurunan biaya produksi persatuan sehingga produsen bersangkutan dapat menurunkan harga produk di pasaran, hal ini mengurangai permintaan dari produk pesaing. Penurunan harga barang substitusi akanmengalihkan perhatian konsumen untuk membeli barang substitusi tersebut. 3. Resiko karena kausa alamiah, manusia dan pemerintah Resiko alamiah mencakup pritiwa-pristiwa alam di luarkekuasaan manusia misalnya angin topan, cuaca buruk, banjir, hujan labat, kebakaran dan sebagainya. Resiko karena unsur manusia misalnya kecurangan pegawai, debitur tidak membayar kredit, pekerjaan yang menimbulkan pemborosan, ceroboh adri pegawai sehingga barang rusak dan hal-hal negatif lainnya. Jenis resiko yang semakin penting pada masa sekarang adalah tindakan pemerintah misalnya penarikan pajak, penertiban perusahaan, penetapan harga maksimum dan minimum dari barang dan sebagainya. 4. Usaha Pencegahan timbulnya resiko Untuk miniadakan dan mencegah kausa atau mengurangi timbulnya kausa resiko dapat ditembuh usaha-usaha seperti berikut : • Usaha menjaga individuil • Usaha penjualan efejtif • Pengetahuan mengenai pasar • Tindakan bersama • Pengaturan dan bantuan dari Pemerintah. 5. Usaha mengalihkan dan membagi resiko Resiko yang tidak dapat dihindari harus ditanggung oleh pihak yang bersangkutan. Diantara resiko jenis ini ada yang dapat dialihkan atau dibagi kepada pihak lain, misalnya dengan menggunakan asuransi, kontrak pembelian dan penjualan termasuk hedging pada future trading. 3) Informasi Pasar Fungsi informasi pasar mencakup tindakan-tindakan seperti berikut : 1. Pengumpulan informasi ( fakta-fakta dan gejala-gejala yang timbul sekitar arus barang di masyarakat ). 2. Komunikasi ( penyampaian serta penyebaran ) informasi kepada pihak yang membutuhkan. 3. Penafsiran secara hati-hati atas informasi sehubungan dengan problema-problema yang dipecahkan oleh pihak yang bersangkutan. 4. Pengambilan keputusan sesuai dengan rencana dan kebijakan perusahaan, badan atau orang bersangkutan. Masalah pengumpulan informasi pasar dapat didekati dari 3 sumber prinsipil : 1. Analisis catatan intern suatu perusahaan 2. Publikasi dari pemerintah, trade association atau badan lainnya 3. Usaha-usaha penelitian ( research ) pasar spesifik yang dilakukan perusahaan bersangkutan. Kecepatan komunikasi sangat perlu dalam memperoleh keuntungan perniagaan yang substansil. Fasilitas komunikasi modern seperti telegraf, telepon, radio dan TV mempercepat tersebarnya berita-berita pasarnya. 4) Standarisasi dan Grading Standarisasi berarti penentuan atau penetapan standard golongan ( kelas atau derajat ) untuk barang-barang. Standard adalah suatu ukuran atau ketentuan mutu yang diterima oleh umum sebagai suatu yang mempunyai nilai tetap.Suatu standard ditentukan atas dasar ciri-ciri produk yang dapat berpengaruh pada nilai komersil daripada barang. Ciri-ciri yang dimaksud dapat berupa ukuran, bentuk, warna, rasa, kandungan air, kandungan unsur-unsur kimia dan lain-lain. Grading berarti memilih barang untk dimasukkan ke dalam kelas aatau derajat yang telah ditetapkan dengan jalan standarisasi. Standarisasi dan grading mendatangkan penghematan dalam penyaluran fisik karena dapat melindungi barang dagangan yang berada dalam perpindahan terhadap kerusakan., disamping mengurangi ongkos dengan adanya penghematan dalam biaya pengangkutan dan penyimpanan. 2.3 Manfaat dan Kelemahan Segmentasi Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991). Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain: 1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah. 2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar. 3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif. 4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. 5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar. Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut: 1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya. 2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen. 3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar. 4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran. Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain: 1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek. 2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan. 3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon. 4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa. Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama. Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut: 1. Variabel-Variabel Segmentasi Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari. Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut: a) Segmentasi Geografi Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan. b) Segmentasi Demografi Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya. c) Segmentasi Psikografi Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan: a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah. b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya. c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk. d) Segmentasi Tingkah Laku Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar. Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):  Manfaat yang dicari = Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.  Status Pengguna = Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.  Tingkat Pemakaian = Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.  Status Loyalitas = Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral. 2.4 Strategi Pemasaran a. Pengertian Strategi Pemasaran Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu :  Daur hidup produk : Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.  Posisi persaingan perusahaan di pasar : Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.  Situasi ekonomi : Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi. b. Macam-Macam Strategi Pemasaran Macam strategi pemasaran salah satunya adalah strategi kebutuhan primer Strategi-strategi pemasaran untuk merancang kebutuah primer yaitu: 1. Menambah jumlah pemakai dan 2. Meningkatkan jumlah pembeli. 3. Strategi Kebutuhan Selektif , yaitu dengan cara : • Mempertahankan pelanggan misalnya: I. Memelihara kepuasan pelanggan; II. Menyederhanakan proses pembelian; III. Mengurangi daya tarik atau jelang untuk beralih merk; • Menjaring pelanggan (Acquistion Strategier) I. Mengambil posisi berhadapan (head – to heas positioning) II. Mengambil posisi berbeda (differentiated positin) Secara lebih jelas, strategi pemasaran dapat dibagi kedalam empat jenis yaitu:  Merangsang kebutuhan primer dengan menambah jumlah pemakai.  Merangsang kebutuhan primer dengan memperbesar tingkat pembelian.  Merangsang kebutuhan selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada.  Merangsang kebutuhgan selektif dengan menjaring pelanggan baru. 2.5 Macam-macam dan Konsep Pemasaran Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan, pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global. 1. Konsep produksi Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka. 2. Konsep produk Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. 2.6 Kriteria dalam Penentuan Segmentasi Pasar Pembagian pasar ke dalam kelompok-kelompok konsumen homogen yang berbeda dikenal sebagai segmentasi pasar. Sgmentasi pasar ini memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan gabungan pemasaran untuk target pasar yang berbeda, sehingga dapat memuaskan kebutuhan pelanggan dengan lebih baik. Segmen pasar sebaiknya memenuhi kriteria berikut ini: • Dapat diukur (measurable) • Dapat diakses oleh saluran distribusi • Memberikan respon yang berbeda terhadap marketing mix • Bersifat stabil (tidak terlalu cepat berubah) • Memiliki ukuran yang cukup besar supaya menguntungkan Pasar dapat dibagi ke dalam berbagai basis, dan pasar industri dibagi secara berbeda dari pasar konsumen, seperti yang digambarkan di bawah ini. Segmentasi Pasar Konsumen Segmentasi untuk pasar retail (konsumer) dapat dipetakan menjadi sbb : • Segmentasi geografis : segmenteasi berdasarkan pada variabel geografis seperti daerah, iklim, kepadatan penduduk, dan laju pertumbuhan penduduk. • Segmentasi demografis berdasarkan pada variabel-variabel seperti usia, jenis kelamin, etnis, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan status keluarga. • Segmentasi psikografis berdasarkan pada variabel-variabel seperti nilai, sikap, dan gaya hidup. • Segmentasi behavioral berdasarkan pada variabel-variabel seperti laju dan pola penggunaan, sensitivitas harga, kesetiaan akan brand, dan benefit seeker. Segmentasi Pasar Perusahaan Sementara untuk pasar perusahaan (business segment), segmentasi dapat dibedakan dalam tipe berikut ini: • Segmentasi geografis – berdasarkan pada variabel-variable regional seperti konsentrasi pelanggan, laju pertumbuhan industri regional, dan faktor ekonomi makro internasional. • Jenis pelanggan - berdasarkan pada faktor-faktor seperti ukuran organisasi, industrinya, posisi dalam value chain dan lain-lain. • Perilaku pembeli – berdasarkan pada faktor-faktor seperti kesetiaan terhadap produk, pola penggunaan, dan ukuran pesanan. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Marketing atau Pemasaran adalah suatu perpaduan dari aktivitas-aktivitas yang saling berhubungan untuk mengetahui kebutuhan konsumen serta mengembangkan promosi, distribusi, pelayanan dan harga agar kebutuhan konsumen dapat terpuaskan dengan baik pada tingkat keuntungan tertentu. Dengan pemasaran pembeli dapat membeli produk dari produsen baik dengan menukar uang dengan produk maupun pertukaran produk dengan produk (barter) untuk dipakai sendiri atau untuk dijual kembali. Untuk menyampaikan produk dari tangan produsen ke tangan konsumen dapat dilakukan pelalui perantara pemasaran yang menghubungkan aktivitas pertukaran dengan distribusi fisik. Aktivitas fungsi perantara antara lain seperti pengurangan resiko, pembiayaan, pencarian informasi serta standarisasi / penggolongan produk. 3.2 Kritik dan Saran Dalam pemnyusunan makalah ini kami menyadari belum mencapai kesempurnaan, kami sangat berharap saran yang dapat membangun agar di masa yang akan datang bisa lebih baik lagi. Bagi para pembaca semoga dapat mengambil hikmahnya. DAFTAR PUSTAKA http://ejjaaizz.blogspot.com/2011/04/kriteria-dalam-penentuan-segmentasi.html http://ejjaaizz.blogspot.com/2011/04/macam-macam-konsep-pemasaran.html http://ejjaaizz.blogspot.com/2011/04/strategi-pemasaran.html http://www.shvoong.com/business-management/marketing/2028133-pengertian-dan-fungsi-pemasaran/#ixzz1wLygVqOo http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-pemasaran-fungsi-pemasaran-marketing-ilmu-manajemen-pemasaran http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2186550-fungsi-perusahaan/#ixzz1wLve7TPz

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar